Potret Kehidupan Remaja Banjarmasin Minggu, Sep 23 2007 

Potret Kehidupan Remaja Banjarmasin
Oleh: Helmiansyah

Banjarmasin adalah kota yang sekarang sudah menjadi salah satu kota besar yang ada di Indonesia. Pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) juga sudah sangat nyata dan dapat dirasakan oleh masyarakat luas sehingga kota Banjarmasin bukanlah kota yang dulu hanya dikenal sebagai kota Seribu Sungai saja melainkan sudah mengarah kepada sebuah kota yang mengembangkan sektor industri.
Seiring dengan perkembangan fisik kota Banjarmasin yang bias dikakatakan cukup maju, perkembangan pergaulan remajanya juga mengalami perubahan. Remaja Banjarmasin yang dulunya masih memegang tradisi dan adat istiadat budaya Banjar sudah mulai “melupakan” tardisi dan adat istiadat peninggalan orang-orang yang terdahulu. Sebagai gantinya cara bergaul mereka mungkin banyak menyerupai budaya-budaya barat. Hal tersebut mungkin tidak lepas dari perkembangan teknologi dan mudahnya mendapatkan informasi tentang dunia luar.
• Kebut-Kebutan Dijalan
Masa muda mungkin adalah masa untuk mencari jati diri bagi setiap individu dam masa dimana keadaan psikilogis seseorang dalam tahap yang labil serta sangat suka terhadap sesuatu yang dapat memacu Adrenalin. Seperti halnya remaja-remaja lain yang ada di Indonesia, remaja Banjarmasin juda “sangat gemar” melakukan kebut-kebutan dijalan.
Tradisi kebut-kebutan yang dilakukan oleh remaja tersebut pada umumnya dilakukan pada waktu-waktu tertentu saja. Sebagai contoh, para remaja tersebut sering kebut-kebutan setelah shalat jum’at. Kebut-kebutan pada siang jum’at ini terjadi disepanjang jalan Komplek Mulawarman tetapi kegiatan ini akan berhenti dengan sendirinya setelah para remaja merasa puas atau khawatir adanya polisi lalu lintas yang hendak menertibkan mereka.
Selain pada siang jum’at, kebut-kebutan yang dilakukan oleh para remaja Banjarmasin juga dilakukan pada malam minggu. Kebut-kebutan ini dimulai dengan berkumpul-kumpul dulu disepanjang jalan Bali dan didepan Komplek Mulawarman (depan Café Etnic), setelah para remaja merasa cukup banyak mereka pergi kedua tempat yang berbeda. Tempat pertama adalah jalan Sudirman, ditemapat ini para remaja tidak melakukan kebut-kebutan melainkan melakukan atraksi-atraksi yang biasa disebut Free Styler dalam mengendarai motor. Tempat kedua adalah Jalan H. HAsan Basri tepatnya didepan SMKN 4 Banjarmasin, berbeda dengan dijalan Sudirman para remaja disini berlomba untuk memacu kecepatan motornya walaupun treknya tidak begitu panjang tetapi banyak para pembalap jalanan yang menjajal kemampuan mereka disana
Kegiatan balapan pada malam minggu ini akan bubar setelah adanya polisi lalu lintas yang menertibkan. Tetapi bubarnya balapan atau kegiatan Freestyler tersebut hanya sementara saja karena tidak lama kemudian mereka pasti kembali ketempat tersebut dan melakukan kegiatan seperti biasanya.
• Pacaran Massal
Masa muda adalah masa yang diibaratkan sebuah bunga adalah masa pada saat bunga tersebut masih mekar. Hal ini juga yang dialami oleh remaja Banjarmasin yakni saling memadu perasaan mereka kepada lawan jenisnya masing-masing. Pada saat malam minggu, yang mana orang kebanyakan menyebutnya sebagai malam muda-mudi para remaja Bnajarmasinjuga melewatinya dengan pasangan mereka masing-masing.
Tempat yang sering dijamuri oleh pasangan remaja tersebut adalah taman kota yang terletak disekitar kantor gubernuran dan kantor walikota Banjarmasin. Ditempat tersebut banyak dijumpai pasangan-pasangan yang sedang asyik ngobrol bahkan ada yang bermesraan tabpa menghiraukan orang yang melintas ditaman tersebut. Selain didua tempat tersebut, tempat yang sangat sering dijamuri oleh pasangan-pasangan remaja tersebut adalah pantai jodoh yang terletak diseberang Korem Antasari.
• Anak Funk ala Banjarmasin
seperti halnya kota besar lainnya di Indonesia, di Banjarmasin juga dapat ditenui komunitas anak Funk. Komunitas anak Funk yang ada di Banjarmasin ini yang terbesar disebut dengan Anak Funk Tarakan, mungkin namanya tersebut diambil dari temapat mangkal merekan yakni ditarakan (simpang empat Jalan Bali). Biasanya lampu merah yang ada didepan tarakan menjadi tempat mangkal mereka dan puncaknya adalah pada malam minggu.
• Remaja Mesjid Banjarmasin
Selain banyak sisi buruk dari pergaulan yang ada di Banjarmasin, para remajanya juga ada juga yang masih memegang erat ibadah sebagai salah satu kegiatan rutin mereka. Kegiatan kepengajian ini dilakukan 3 kali dalam seminggu yakni pada kamis malam, jum’at malam dan sabtu malam. Tetapi kegiatan yang dilakukan oleh para remaja ini sering tercoreng dengan adanya tradisi setelah pulang dari pengajian merka balapan disepanjang jalan yang mereka lalui ditambah dengan tidak memakai helm saat mengendarai motor.

Taman Kota atau Taman Dosa? Minggu, Sep 23 2007 

    Taman Kota atau Taman Dosa?
Oleh: Helmiansyah

 Sejak H. Yudhi Wahyuni menjabat sebagai walikota, kota Banjarmasin sedikit demi sedikit sudah mengalami kemajuan dalam segi infrastruktur karena beliau banyak melakukan perubahan-prubahan yang salah satunya adalah rehabilitasi terhadap tatakota Banjarmsin yang dulunya bisa dikatakan sangat semraut. Sebagai contoh dapat kita lihat daerah sekitar Jl. S. Parman yang dulunya got-got (saluran air) yang ada dijalan tersebut hampir tidak berfungsi, tetapi dapat kita lihat sekarang sudah banyak mengalami kemajuan yang sangat jelas dan hampir tidak ada lagi genangan air bila hujan mengguyur daerah tersebut. Contoh lain adalah keadaan trotoar yang ada di Jl. H. Hasan Basri, walaupun tidak semua dilakukan rehabilitasi tetapi sudah ada kemajuan jika dibandingkan dengan keadaan sebelum beliau memegang tampuk pimpinan sebagai walikota Banjarmasin. Walaupun begitu, daerah sekitar Gedung Wanita sampai daerah Kejaksaan saja yang mendapat perhatian jika dilihat dari daerah kejaksaan sampai menuju daerah Kayu Tangi Ujung (RS Ansyari Shaleh) keadaan daerah tersebut tidak mengalami perubahan yang berarti, sampah-sampah dan genangan air sewaktu hujan merupakan pemandangan yang biasa kita jumpai. Apalagi daerah sekitar lapangan bola Kayu Tangi (Lapangan Merah), sangat banyak sampah yang menumpuk disana bahkan saluran air disana tidak berfungsi karena terumbat sampah halini disebabkan banyaknya warung-warung yang ada dipinggir jalan tersebut.
 Disisi lain, pengaturan pasar yang ada di Banjarmasin juga mengalami perubahan contohnya adalah pengaturan pasar yang dijalan Pasar Baru yang biasa disebut Pasar Lima (Pasar Harum Manis) yang dulunya para pedagang yang berjualan dipinggir jalan bahkan ada yang memakan badan jalan ditertibkan oleh Satuan Pamong Praja dan truk-truk pengangkut barang dilarang masuk pasar sebelum jam 15.00 serta daerah parkir yang dulunya 3 berbanjar dikurangi menjadi 2 berbanjar saja, hal ini intuk mengurangi kemacetan disekitar pasar tersebut. Dilain pihak, para pedagang kakilima yang menjajakan barang dagangannya dipinggir jalan sering memdapat perhatian dari beliau. Dalam hal ini, H. Yudhi Wahyuni mengeluarkan kebijakan agar para pedagang kakilima yang menjajakan barang dagangannya dibawah jam 15.00 akan ditertibkan oleh Satuan Pamong Praja. Sebagai bukti hampir tidaka ada lagi para pedagang yang menjajakan dagangannya dibawah jam yang sudah ditentukan tadi. Keberhasilan kebijakan itu dapat kita lihat didaerah sekitar jalan H. Hasan Basri khususnya daerah sekitar Universitas Lambung Mangkurat.
 Selain mengdakan rehabilitasi dibidang infrastruktur, bapak walikota juga membangun taman-taman kota yang mana pembangunan taman kota tersebut terpusat didaerah sekitar kantor gubernuran dan walikota saja mungkin supaya tidak malu apabila ada tamu daerah yang mengunjungi daerah dan mau “pamer” kepada tamu daerah tersebut bahwa Banjarmasin juga mempunyai taman kota. He…He…He…
Sebenarnya pembanguna taman kota tersebut sangat baik karena Banjarmasin hampir tidak mempunyai “paru-paru” kota yang mana daerah yang dulunya sejuk kini berubah menjadi pusat pertokoan yang megah-megah.
 Disamping sisi baik yang timbul akibat pembangunan taman kota tadi, ada juga sisi buruknya yakni penyalahgunaan taman kota itu oleh segelintir orang. Orang yang datang ketaman tersebut hampir semuanya mempunyai pikiran yang kotor karena keberadaan taman tersebut sangat mendukung terlebih-lebih pada malam hari ditambah lagi kurangnya penerangan serta tidak adanya keamanan taman. Kita ambil contoh pada malam minggu, yang mana orang menyebutnya sebagai malam yang panjang bagi muda-mudi. Bias any para remaja yang pergi dan ngumpul-ngumpul didaerah tersebut datang kesanan bersama dengan pasangan masing-masing (pacar) yang lebih gilanya lagi adal;ah adanya tempat parkir ilegal yang memasang tariff Rp. 1.000,- untuk setiap kendaraan. Biaya ini cukup murah untuk mendapatkan tempat yang “strategis” untuk pacaran, bahkan ada yanga bermesraan disana tanpa menghiraukan orang-orang yang lewat.
 Selain menjadi tempat yang sangat nyaman untuk para remaja, keberadaan taman kota juga “menyediakan” lahan untuk para PSK jalanan. Biasanya para PSK tersebut menunggu dipinggir jalan sekitar taman tersebut bahkan ada diantara mereka yang berani menawarkan jasanya kepada setiap laki-laki yang lewat. Kurangnya penerangan dan tidak adanya keamanan taman yang berjaga-jaga disana, seolah-olah keberadaan PSK tersebut sangat bebas dan tidak ada “gangguan” dari aparat keamanan. Selain itu, taman kota juga menjadi lahan bagi para pengemis (terutama anak kecil) para preman yang biasanya bermotif mengamen tetapi kalau tidak diberi mereka sering marah dan mereka tidak segan-segan memalak orang yang sedang santai disana.
 Peranan keamanan ditaman kota ini (polisi dan satuan pamong praja)pada awalnya bisa dikatakan tidak berjalan, karena menurut pantauan senidiri aparat keamanan tidak menangkap para remaja. PSK jalanan. Pengemis dan preman tersebut tetapi mereka cuma mengusuir (menakut-nakuti saja) atau menyuruh mereka supaya bubar. Karena tidak adanya sanksi yang tegas, maka tidak lama kemudian para remaja, PSK jalanan, pengemis dan para preman kembali lagi ketempat tersebut. Selain dijadikan tempat untuk berbuat maksiat, ternyata kebersihan disana juga sangat tidak terjaga mungkin hal ini disebabkan tidak adanya penjaga taman yang ditempatkan disana.
 Kepada Pemerintah Kota diusulkan supaya membuat Peraturan Daerah (PERDA) yang mengatur tentang perbuatan asusila didepan umum khususnya yang dilakukan oleh para remaja dan PSK tadi serta menertibkan para pengemis dan preman yang biasa mangkal disana. Pembuatan perda tersebut supaya para remaja dan PSK tadi tidak menjadikan taman kota sebagai tempat maksiat dan tidak disalah gunakan olehoknum-oknum tertentu. Disamping pembuatan perda, pemkot juga harus memberi penerangan serta menempatkan keamanan ditaman kota tersebut. Selain itu, pemerintah kota Banjarmasin agar segera menertibkan pengelolaan parkir yang ada ditaman kota tersebut yang mana pada dasarnya pengelolaan parkir tersebut dipegang oleh para preman
 Pembuatan perda dan penertiban pengelolaan parkir tersebut supaya para masyarakat yang datang kesana merasa nyaman dan tidak risih lagi melihat para remaja yang dulunya menjadikan taman kota sebagai tempat berpacaran. Disisi lain supaya kita tidak malu kalau ada tamu daerah yang jalan-jalan ditaman kota tersebut terlebih-lebih pada malam hari karena orang bijak ada yang mengtakan “perbuatan masyarakat suatu daerah adalah cermin dari daerah tersebut”
 

Belajar Dari Pengalaman Kamis, Sep 20 2007 

Belajar Dari Pengalaman
Oleh: Helmiansyah

Kita ketahui bahwa Indonesia adalah Negara kepulauan yang terdapat disepanjang garis khatulistiwa. Karena alas an tersebut Indonesia mendapat julukan sebagau Zamrud Khatulistiwa. Letak geografis tersebut yang menjadikan negara kita yang tercinta ini mengalami 2 musim yaitu musim panas dan musim hujan. Letak geografis yang berupa kepulauan ini, terlebih-lebih ada 5 pulau besar yakni Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Irian menyebabkan adanya perbedaan iklim, mata pencaharian, budaya dan masih banyak lagi.
Letak geografis Indonesia tersebut juga memberikan berkah tersendiri khusunya kekayaan alam ban kesuburan tanah. Pada kenyataanya, kekayaan sumber daya alam Indonesia bias dikatakan sangat komplit sebut saja emas, batubara, timah, tembaga, kayu hutan dan lain-lain tersebut terdapat disepanjang Nusantara dari Sabang sampai Merauke. Kesuburan tanah Indonesia juga cukup bagus karena hampir semua makanan pokok manusiakecuali Gandum dapat tumbuh dinegri kita yang tercinta ini.
Pada akhir-akhir ini, bangsa Indonesia seakan-akan “bersahabat” dengan bencana alam sebut saja gempa bumi, banjir, kabut asap,gelombang pasang dan sebagainya. Kita mengetahui bahwa bencana alam merupakan musibah buat kita, tetapi bencana seperti banjir dan kabut asap adalah akibat dari tangan-tangan kita juga dan merupakan bencana yang sangat rutin terjadi setiap tahun.

• Teror Musim Kemarau
Mungkin kita sekarang sedang mengalami musim hujan, tidak lama lagi musim kemarau sudah menanti. Beberapa tahun terakhir, bangsa Indonesia seakan-akan mengalami kejadian yang rutin yakni pembakaran hutan dan lahan. Alasan pembakaran hutan ini sangat klasik yakni untuk membuka lahan baru, tetapi hal tersebut tidak hanya dilakukan oleh masyarakat biasa tetapi perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan.
Pembakaran hutan tersebut “selain mengancurkan” paru-paru alam juga menghancurkan paru-paru manusia. Mungkin kalimat tersebut agak konyol, tetapi kita mengetahui bahwa “ada api pasti ada asap” nah masalah asap atau kabut asap inilah yang sangat diperhatikan karena selain menybabkan penyakit (ISPA) kabut asap juga dapat mempengaruhi kegiatan masyarakat bahkan kelancaran transportasi dinegara ini. Sebut saja penundaan jadwal penerbangan, penundaan berlabuhnya kapal, macetnya jalan-jalan disebabkan jarak pandang terganggu oleh kabt asap tersebut.
Selain masalah kabut asap, pada musim kemarau beberapa daerah yang ada di Indonesia mengalami kelaparan dan kekurangan air bersih. Mungkin kekurangan air bersih masih dapat ditolerir, tetapi kalau masalah kelaparan seakan-akan mirip dengan pribahsa “tikus mati dilumbung padi”. Hal tersebut tidak lepas karena bangsa Indonesia dikenal sebagai salah satu penghasil padi dunia.
Masalah yang timbul dimusim kemarau tidak sampai disitu saja, karena pada saat banyak daerah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih mayoritas pada daerah tersebut tidak lama lagi akan mewabah penyakit diare.

• Waspadai Musim Penghujan
Seperti kita ketahui bangsa Indonesia mengalami 2 msim yakni musim panas dan musim penghujan. Seperti halnya musim kemarau yang mengakibatkan banyak masalah, musim penghujan juga banyak membawa masalah yang cukp membuat masyarakat menderita. Bencana alam yang datang pada musim penghujan ini adalah banjir,benar saja orang beranggapan bahwa penyebab bencana banjir adalah banyaknya hutan-hutan yang gundul. Tapi yang ditanyakan sekarang adalah bagaimana pemerintah mengatasi bahaya banjir pada musim penghujan?
Dimedia massa, elektronik dan cetak kita dapat mengetahui banjir selalu terjadi pada musim penghujan. Sebagai contoh daerah Amuntai yang selalu mengalami bencana tersebt, dan daerah-daerah lain yang ada di Kal-Sel. Tetapi satu hal yang perlu diacungi jempol adalh kepada pemerintah Hulu Sungai Tengah karena pemerintah disana membangun kanal yang mengalirkan air hujan dari Barabai ke Amuntai. Hal tersebut mungkin membuat resah masyarakat Amuntai karena didaerah mereka terendam banjir akibat adanya pembangunan kanal tersebut. Tetapi kalau dipikir-pikir kejadian tersebut ditiru oleh pemerintah Amuntai dengan cara yang sama yakni eneruskan air kiriman dari HST tadi ke Sungai Negara tetap hal tersebut diawali dengan pengerukan sungai Negara tersebut.
Hal tersebut juga dapat ditiru oleh provinsi lain yang sering mengalami bencana banjir yakni dengan cara pengerukan sungai-sungai yang ada didaerah masing-masing dan dibarengi dengan adanya himbauan supaya masyarakat tidak membuang sampah disungai karena akan mempercepat pendangkalan sungai.
Selain masalah banjir, pada musim penghujan juga sering terjadi berbagai macam penyakit dan yang paling diwaspadai dalah demam berdarah yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegefty. Nyamuk ini berkembang biak ditempat-tempat yang menampung air hujan.
Bencana yang datang dimusim kemarau dan penghujan ini adalah bencana yang sangat rutin terjadi di Indonesia. Untuk itu kepada pemerintah diusulkan bahwa pada musim kemarau sering dilakukan pengawasan-pengawasan di hutan atau disawah-sawah supya tidak ada masyarakat yag membakara hutan dan sesaat sebelum musim penghujan tiba dianjurkan supaya sungai-sungai yang ada dibersihkan kalau perlu dikeruk supaya dapat menampung debit air yang lebih banyak. Hal itu ditujukan supaya bangsa ini “memutus persahabatan” kepada bencana yang ada dikedua musim tersebut.

Bobroknya Kualitas Pendidikan, Salah Siapa…? Kamis, Sep 20 2007 

BOBROKNYA KUALITAS PENDIDIKAN
KITA, SALAH SIAPA…?
Oleh: Helmiansyah
Mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP UNLAM

Mungkin kalau kita berbicara soal bagaimana kualitas pendidikan yang ada di Indonesia pada dewasa ini takkan ada habisnya dan merupakan masalah yang sangat klasik yang dialami oleh negara berkembang. Tetapi tema ini sangat menarik untuk dibicarakan apalagi masalah tentang bobroknya hasil Ujian Akhir Nasional (UAN). Pada pertengahan bulan Juni ini para siswa akan menerima hasil dari jerit payah mereka selama duduk di bangku sekolah. Dari persentasi hasil kelulusan tersebut dapat diketahui bagaimana kualitas pendidikan suatu sekolah dan bagaimana tingkat kefropesionalan seorang guru dalam memberikan peklajaran kepada muridnya.
Kalau suatu sekolah mempunyai tingkat persentasi kelulusan yang tinggi pasti yang mendapat pujian adala murid dan gurunya saja dan akan berdampak kepada sekolah tersebut seperti naiknya popularitas sebuah sekolah Orang sedikit sekali melihat bagaimana Infut siswa yang masuk disekolah tersebut bagaimana. Kalau Infutnya bagus dan Outfutnya juga bagus itu wajar, tetapi kalau Infutnya Bagus Outfutnya kurang bagus itu yang kurang ajar. Dapat diibaratkan kalau seorang guru adalah koki, maka kalau sikoki A mendapat bahan mentah untuk membuat masakan bagus dan komplit wajar kalau hasil masakannya juga enak, yang lebih bagus lagi kalau sikoki B dikasih bahan seadanya menghasilkan makanan yang rasa sebanding dengan koki A, maka koki B dapat dikatakan berhasil dalam memasak. Begitu juga dalam suatu sekolah.kalau infut Siswanya sudah baik maka wajar saja kalau Outfut (persentasi kelulusan) juga tinggi.
Selain masalah Infut siswa dan kualitas guru, peningkatan kualitas pendidikan disebuah sekolah juga dapat diukur dengan adanya perubahan yang sangat mencolok pada saat si siswa menyelesaikan studinya disekolah dalam asfek Kognitif, Afektif dan Psikomotor dari siswa selama mendapat pengajaran dalam sebuah sekolah.
Selain masalah bagaimana tingkat kepandaian siswa dan tingginya profesionalisme guru, keberhasilan sebuah sekolah juga tidak lepas dari kebijakan kurikulum yang dikeluarkan pemerintah. Apabila kurikulumnya sering diganti-ganti (seperti sekarang) maka pola pengajaran yang disampaikan oleh guru juga berubah-ubah setiap tahunnya. Kita mengetahui kalau pengjaran yang diberikan oleh seorang guru itu mengacu pada kurikulum dan tujuan pendidikan nasional adalah cerminan dari kurikulum tersebut.
Pada tahun yang lalu kita masih memakai Kurikulum Berbasis Kompetensi yang mana tidak semua daerah yang ada di Indonesia dapat menerpkannya dengan baik, eh sekarang malah ada Kurikulum baru yang dikeluarkan oleh Pemerintah yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pengajaran (KTSP). Kurikulum ang terdahulu saja masih banyak sekolah yang belum berhasil menerapkan apalagi Kurikulum naru tadi.
Kita dapat ambil contoh, sebuah sekolah yang ada dipedalaman mengalami kesulitan dalam mengikuti kurikulum yang sedang berlaku sekarang karena sering gonta-ganti. Hal ini juga berimbas kepada hasil UAN yang mereka capai. Jadi kalau kita beranggapan bahwa kalau bobroknya kualitas pendidikan kita sekarang dikarenakan guru maka kurang tepat walaupun guru memegang peranan yang sangat vital dalam sebuah sekolah atau lembaga pendidikan lainnya. Selain itu kita dapat melihat aspek-aspek yang lain juga karena sebuah lembaga pendidikan dapat diibaratkan sebuah gedung yang mana kebersihan gedung tersebut tidak hanya dijaga oleh Ofice Boy saja tetapi seluruh orang yang menggunakan gedung tersebut.

7 Keajaiban FKIP Kamis, Sep 20 2007 

7 KEAJAIBAN FKIP
Oleh: Helmiansyah
Mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP UNLAM

Berbicara tentang pendidikan pasti akan tidak ada habisnya, karena selalu saja ada kebaikan maupun kebobrokan suatu sekolah. Kebaikan atau kebobrokan suatu sekolah tidak terlepas dari staf-staf yang ada disekolah tersebut serta kebaikan dan kebobrokan staf-staf sekolah tidak lepas dari mana staf-staf tersebut berasal. FKIP adalah salah satu lembaga akademik yang mencetak staf-staf yang ada disekolah terutama guru.
Disebuah lembaga Akademik sebesar FKIP, mungkin orang akan berpendapat bahwa FKIP itu salah satu lembaga akademik terbaik yang ada di Kalimantan Selatan pada saat ini. Tetapi setelah orang tersebut akan tercengang, bengong bahkan merinding melihat keadaan FKIP sesungguhnya karena beberapa hal yaitu:
1. Sistem Komputerisasi Paling Aman Sedunia
Mungkin setelah orang masuk kedalam lingkungan FKIP akan beranggapan bahwa FKIP sudah menerapkan atau mengikuti kemajuan zaman karena sudah ada computer yang diletakkan didepan ruangan kuliah. Computer yang ada diFKIP menurut saya lumayan canggih karena memakai monitor Flat dan CPUnya adalah Pentium 4, tetapi isinya Cuma hal-hal yang tidak jelas.  Pada perkembangan selanjutnya computer tersebut hanya dipakai untuk pajangan belaka, karena sudah beberapa bulan ini fasilitas yang ada tersebut tidak dapat dinikmati oleh mahasiswa karena dikerangkeng dan diberi system pengamanan yang sangat ketat (mungkin terbaik diseluruh dunia) karena digembok oleh pihak Fakultas. Jadi buat apa beli computer mahal-mahal apabila tidak digunakan dan fungsinya Cuma dipajang atau menekut-nakuti tikus saja kalau malam hari.
2. Pengemis dan Penjaja Cemilan
Kata orang tangan ditas lebih baik daripada tangan dibawah hal ini juga yang diterapkan oleh sebagian besar mahasiswa FKIP karena pada saat menunggu dosen dimuka ruangan banyak para pengemis yang bisa dikatakan sangat bebas berkeliaran. Hal ini juga menepis anggapan orang bahwa mahasiswa yang kuliah di FKIP itu adalah mahasiswa yang mempunyai tingkat perekonomian menengah melainkan berasal dari tingkat perekonoian atas.  dalam masalah ini banyaknya pengemis yang masuk kelingkungan FKIP sudah tidak bisa diabaikan karena jumlahnya sudah lumayan banyak dan apabila tidak diberi atau kita bersikap cuek mereka sering memaksa. Pengemis yang memaksa ini biasanya yang bermotip menjual ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan sukarela. Selain para pengemis tadi, di FKIP juga banyak para pedagang cemilan yang masuk bahkan ada yang mendapatkan tempat berupa meja untuk menggelar barang dagangannya (walaupun pedagang ini sudah tidak ada lagi).
3. Taman Bergantung ala FKIP
Pada saat musim hujan dan meluapnya sungai-sungai yang mengalir di Kota Banjarmasin seperti sungai Pangeran mengakibatkan banjir dengan intensitas kecil dan sifatnya hanya sementara (banyu pasang jar urang bBanjar) dilingkungan FKIP. Hal ini mungkin menggangu kelancaran mahasiswa untuk cepat sampai kekampus FKIP tercinta ini. Selain itu, banjir yang terjadi di FKIP tersebut menyuguhkan pemandangan yang sangat indah karena sangat mirip bahkan sama persis dengan pemandangan di Taman Bergantung peninggalan peradaban Babilonia kalau dilihat dari tempat parkir dosen.

4. Pemancingan Umum di Dalam FKIP.
Tempat pemancingan yang ada didalam gedung FKIP ini sifatnya dadakan karena Cuma ada kalau terjadi luapan air. Hal ini dimanfaatkan oleh penjaga parkir dan staf BAAK untuk mendapatkan ikan. Kegiatan ini berlangsung pada saat jam kerja dan yang lebih gilanya lagi adanya rasa cuek yang dilakukan oleh mahasiswa bahkan dosen.
5. Ruang Kuliah Seperti Depan Ruko.
Pembangunan yang dilakukan oleh petinggi-petinggi FKIP akhir-akhir ini sudah bisa dinikmati oleh para mahasiswa karena sudah ada gedung baru yang terletak dibelakang FKIP I.  pembangunan gedung ini membuktikan bahwa FKIP merupakan Fakultas yang mempunyai mahasiswa paling banyak jika dibandingkan dengan fakultas-fakultas lainnya. Gedung baru yang terletak dibelakang gedung utama tersebut selain letaknya jauh dari parkiran mahasiswa atau dosen ternyata sungguh tidak baik bila dipakai untuk p[reses perkuliahan Khusunya Ruang 21 dan 22. kedua ruangan ini bersebelahan dan hanya dibatasi dengan Rolling Door, sekat ruangan yang berupa Rolling Door ini sangat mengganggu apabila hari hujan dan derasnya angin yang memasuki ruangan.
6. Multifungsi Selasar FKIP.
Pada umunya selasar yang ada dikebanyakan kampus dipakai untuk jalan menuju ruangan atau tempat duduk menunggu dosen. Selain untuk itu selasar yang ada di FKIP digunakan sebagai jalan layaknya jalan raya, karena sering digunakan oleh para petugas BAAK untuk mengangkut barang dan kendaraan yang dipakai (biasanya adalah Sepeda Motor) langsung masuk keruangan BAAK. Selain itu gerbang samping yang dipakai untuk menuju parkiran dosen atau karyawan lain sering dipakai untuk memarkir mobil salah satu dosen, mungkin mobilnya baru dicuci atau takut dicuri orang.
7. Lonceng Keramat FKIP
Mungkin dalam sebuah lembaga pendidikan (biasanya sekolah-sekolah) diperlukan sebuah lonceng yang fungsinya untuk memberitahu kepada muridnya untuk segera masuk ruangan tidak terkecuali di FKIP. Lonceng yang ada disana tidak dapat sembarang dipukul karena dilakukan setahun sekali sebagai tanda bakal ada calon penghuni baru FKIP (Mahasiswa Baru). Biasanya pemukulan lonceng ini dilakukan pada saat ada Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negri (UMPTN) atau Seleksi penerimaan mahasiswa Baru (SPMB). Pertanyaannya apakah dizaman yang sudah maju ini FKIP masih menggunakan alat yang sangat sederhana seperti lonceng, atau tidak sanggup memasang bel disetiap ruangan?

Hello world! Kamis, Sep 20 2007 

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!